01 Januari 2009

Undang-undang atau peraturan yg penting dlm proses cerai



Undang-undang atau peraturan yg digunakan dalam proses perceraian di pengadilan:
1. UU No. 1 Tahun 1974, Undang-undang Perkawinan
- Mengatur tentang perceraian secara garis besar (kurang detail krn tidak membedakan cara
perceraian agama Islam dan yg non-Islam)
- bagi yg non-Islam maka peraturan tata cerai-nya berpedoman pada UU No.1 Th 74 ini
2. Kompilasi Hukum Islam
- bagi pasangan nikah yg beragama Islam, maka dlm proses cerai peraturan yg digunakan
adalah Kompilasi Hukum Islam)
3. PP No. 9 Tahun 1975, Tentang Pelaksanaan UU No. 1 Th. 74
- mengatur detail tentang pengadilan mana yg berwenang memproses perkara cerai
- mengatur detail tentang tatacara perceraian secara praktik
4. UU No. 23 Tahun 1974, Penghapusan Kekerasan Dalam RumahTangga (KDRT)
- bagi seseorang yg mengalami kekerasan/penganiyaan dalam rumah tangganya maka
kuasailah UU ini

36 komentar:

  1. Blog yg sangat informatif! keep up the good work. Bagi yg sedang mengalami permasalahan perceraian tentunya blog ini sangat amat berguna krn di pengadilan agama informasi yg didapat sgt minim dan alakadarnya.

    BalasHapus
  2. di Indonesia hanya mengenal Undang_undang Perkawinan, tetapi tidak ada Undang_undang Perceraian, kenapa cerai diatur dalam Undang_undang Perkawinan? dasar yang nyiptain Undang-undang guooooooblog

    BalasHapus
  3. Pak Bul yth, karena negara kita ini adalah kebudayaan timur hingga akhirnya merupakan hal yg tabu utk mem-vulgarkan perceraian, krn kan katanya perceraian adalah hal yg dibenci tuhan. Oleh sebab itu saya rasa UU perkawinan itupun mengatur perceraian dgn konsep "mempersulit" perceraian agar gak gampang memutuskan cerai. Ironisnya negara Indonesia adalah negara No. 1 se-ASIA PACIFIC dlm tingkat perceraian. Oleh sebab itu website ttg cerai atau blog ttg info cerai seperti ini SANGAT MEMBANTU orang2x yg membutuhkannya. Saya rasa blog ini adalah briliant!

    BalasHapus
  4. bagus................

    BalasHapus
  5. Penting diketahui, UU No.23 tahun 2004 tentang KDRT!

    BalasHapus
  6. memang jarang sekali orang yang mengerti tentang hukum dan tata cara perceraian sehingga tak jarang mereka yang brniat untuk bercerai harus kebingungan dengan proses yang belum mereka pahami,blog ini bermanfaat sekali,sipppppp

    BalasHapus
  7. Saya seorang sumai,sudah menikah selama 6 tahun dan memiliki 2 orang anak,anak 1 berusia 5 Tahun dan Anak kedua beusia 1 thn,saat ini saya ingin bercerai dengan istri saya,Bagaimana menurut hukum tentang hak membesarkan anak?,apakah saya bisa mempertahankan untuk mengasuh salah anak saya?

    BalasHapus
  8. Saya seorang sumai,sudah menikah selama 6 tahun dan memiliki 2 orang anak,anak 1 berusia 5 Tahun dan Anak kedua beusia 1 thn,saat ini saya ingin bercerai dengan istri saya,Bagaimana menurut hukum tentang hak membesarkan anak?,apakah saya bisa mempertahankan untuk mengasuh salah seorang dari kedua anak saya?

    BalasHapus
  9. Jika anda muslim [menikah secaran agama Islam] maka jika trjadi prceraian, anak yg blm berusia 12 th akan dipegang hak asuh anak pada si ibu, kecuali jika si istri terbukti berzinah, umumnya demikian pak. Utk bisa mndapatkan hak pengasuhan anak dari salah satu anak, usahakan dgn jalan "kesepakatan".

    BalasHapus
  10. Assalammualaikum, saya baru menikah nov 10, istri saya meninggalkan saya saat awal bulan maret tepat diawal kehamilan bulan ke dua, diapun pergi pulang ke rumah orangtuanya. Saya izinkan dia pergi karena dia mengancam akan menggugurkan kandungannya kalau tidak saya berikan izin. Setelah kepergiannya saya tetap menyuruh dia pulang, tp hanya cacian dan makian yang saya dapat. Dia pergi karena kemiskinan saya (menurut dia). Sekarang saya telah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dan saya tetap menyuruh dia pulang, tapi dia tetap tidak mau pulang dan malahan saya disuruh membayar hutang2nya sebelum dia menikah. Perlu diketahui bahwa istri saya adalah cewe yang matre. Saya tidak kuat lagi sekarang. Bisakah saya bercerai dalam keadaan istri saya hamil? Bisakah hak asuh anak sepenuhnya saya miliki karena saya tidak percaya lagi dengan istri saya yang pernah mengancam ingin membunuh anak yang dikandungnya dimasa kehamilannya?

    BalasHapus
  11. Utk anonim tgl 5 jun:
    1. bisa sj pak, namun sbaiknya tunggulah sampai anak melahirkan agar bgmanapun dia lahir dgn keutuhan ibu-bapak [anak tdk bersalah dlm hal masalahperceraian].
    2. sulit pak, krn dlm UU jelas dikatakan bahwa jika trjadi pceraian maka anak yg blm brumur mumayiz akan diasuh oleh ibunya. Utk masalah prcobaan pmbunuhan nya sendiri diperlukan pmbuktian/saksi yg kuat pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya seorang istri, menikah sejak 2011 yg lalu dan belum dikaruniai anak sampai sekarang. Saat ini saya ingin bercerai dengan suami saya.Selama pernikahan yg saya jalanin susah hamper 3thn lamanya, selama itu juga saya terus menerima tekanan batin dari keluarga mertua wa, famili suami saya dan juga dari suami saya. Saya memang lahir dari kalangan sederhana, tetapi keluarga saya selalu saja tak pernah dianggap dan selalu disaat saya mau plg ke rumah orang tua saya sendiri, setiap pulang saya selalu berantam dengan suami saya sepulangnya dari rmh orang tua saya. Keluarga saya selalu saja tak dianggap dan di hina selalu ma suami saya. Suami saya juga seorang pembohong besar dan juga seorang yang pandai bersandiwara di depan semua orang. Suami saya juga sering memaki" saya dan juga keluarga saya. suami saya selalu saja tidak pernah peduli dengan keluarga orang tua saya. Selama menikah, saya sudah melakukan kewajiban saya sebagai seorang menantu dan juga seorang istri. Tapi apa daya memang keluarga saya dari keluarga yang sederhana, maka saya selalu aja diperlakukan seenaknya saja tanpa memperdulikan perasaan saya sebagai seorang istri di rumahnya. Saya sangat saying pada mereka semua, tapi apa daya mereka sama sekali gak pernah mengerti perasaan saya. Keluarga suami saya selalu mencaci maki saya, saya tidak pernah sekalipun melawan mereka. Apa setiap keluarga kaya selalu aja memperlakukan orang dengan seenaknya saja. Saya malah disuruh suami saya untuk tidak boleh mengakui orang tua saya lagi. Saya juga sudah kehilangan papa saya kmrn bln Mei 2013 yang baru lewat, tapi saya juga tidak mau kehilangan mama saya lagi. Saya hanya ingin berbakti pada orang tua saya saja. Saya tau dulunya setiap orang pernah berbuat salah. Akan tetapi kesalahan apapun itu tetap aja bisa dirubah asal dari dalam diri kita punya kemauan. Apalagi kalau sampai orang tua saya tertekan batin dengan pernikahan saya terus, saya sangat sedih. Terlalu banyak kesalahan suami saya yang telah di perbuat kepada saya, saya lebih jmemilih untuk suami saya membunuh saya daripada terus-menerus menyiksa batin saya. Saya setiap hari sangat tertekan dengan sikap suami saya yang pandai sekali bersandiwara di depan semua orang. Suami saya juga seorang penipu ulung dan juga penjudi online. Dan setiap yang dilakukan semua halnya sama suami saya selalu aja memakai nama 'Saya" untuk bermain. Apa saya harus terus menerus menjadi korban suami saya? Saya sangat tertekan batin dan tidak tau dimana saya harus mengadu. Bisakah saya mjengugat cerai suami saya? Sedang surat nikah asli (untuk istri) sudah ditangan saya. Memang surat nikah (untuk suami) masi ada di tangannya. Apa bisa mempengaruhi kalau saya hanya mempunyai surat nikah (untuk istri)? dan gugatan apa saja yang bisa saya gugat untuk suami saya di perceraian nantinya? Saya sangat berharap bisa terselesaikan secepatnya. Posisi sekarang saya berada di Jakarta. Sedangkan saya sendiri menikah dengan suami saya di Kota Medan. Apa yang bs saya lakukan supaya proses perceraian saya cepat selesai? suami saya juga bukan orang yang gampang dihadapi, karena dia aka menghalalkan segala cara agar aku tidak bisa mengugat cerai dan dia kemungkinan juga gak bakalan mau menghadiri siding pengadilan nantinya? Apa yang harus saya lakukan? Saya mohon bantuannya. Terima Kasih. Dan apakah orang tua saya dapat hadir sebagai saksi di pengadilan nantinya?

      Hapus
  12. MAKASE LAURAN16 Juli 2011 03.45

    saya sdh menikah sejak 12 mei 2003, smpai sekarang sdh di karuniai seorang putri, saat ini kami menghadapi masalah perceraian yg di akibatkan turut campurnya keluarga istri saya terhadap rumah tangga kami sendiri, istri saya kekeh minta cerai di karenakan tuntutan keluarga istri saya,saya msh belum bisa memutuskan karena bukannya takut menyandang status duda tetapi di karenakan saya tidak ingin di jauhkan dan kehilangan putri saya, putri saya berumur 7 thn, kalau memang harus cerai bisakah saya yang mendapatkan hak asuh putri saya, bagaimana caranya,...TERIMA KASIH

    BalasHapus
  13. Jujur, ini hal yg sulit, sy perlu knsultasi lgsung utk hal trsebut. Krn pd umumnya hal asuh anak baru bisa pindah ke sang bapak jika si ibu pindah agama atau terbukti berzinah.

    BalasHapus
  14. kami sudah menikah selama 12 tahun dan dikaruniani 4 orang anak. Istri saya mengajukan gugatan cerai karena saya selingkuh dengan wanita lain. Keluarga istri saya tidak ingin dibebani dengan 4 anak kami. Semua anak diserahkan hak asuhnya ke saya. Istri juga tidak mau mengurusi 4 anak saya dan menyerahkan hak asuhnya ke saya. saya tidak keberatan dengan hal itu. Bagaimana penilaian Pengadilan Agama jka berlaku demikian. terima kasih.

    BalasHapus
  15. Selama pertimbangannya demikian [anda setuju mengurus anak2x], maka sy yakin majelis hakim dpt mngabulkan tentang hak asuh anak di pihak suami.

    BalasHapus
  16. aslkm,bisakah dikabulkan gugatan cerai istri yang pergi meninggalkan rumah,diman suami tidak ada melakukan kesalah selama satu rumah dengan istri nya dan kembali kerumah orang tua nya,lalu dalam masa tinggal bersama orang tua berusaha untuk mencari cari kesalahan suami,untuk mengadukan suami kepengadilan,yang telah berkata kotor yang dilakukan oleh suami melalui SMS,karena istri tersebut tak mau juga kembali kerumah suami nya,apakah dikabulkan gugatan cerai istri tersebut oleh hakim,pengadilan agama..?

    BalasHapus
  17. Jadi bgini pak, pada prinsipnya proses cerai di pengadilan itu tidak memerlukan prsetujuan dan ttd suami, namun pd praktiknya si pgugatpun harus bisa mbuktikan dalil2x gugatannya, jika ia tdk bisa mbuktikannya maka besar kmungkinan gugatannya tdk dikabulkan hakim. Jaid saran sy sbaiknya anda mnghadapi prkara tersebut dan berusaha mematahkan smua dalil2xnya disertai dgn bukti2x dan saksi2x yg kuat pak.

    BalasHapus
  18. bgini pak suami saya mengugat cerai saya dengan tuduhan perselingkuhan,percobaan pembunuhan dan menelantarkan anak,yg sebenarnya itu sama skali tidak benar karena dri awl kita nikah dia berniat mengugurkan kndungan saya,dan setelah sya menikah saya tidak diberi nafkah dan anak sya ditelantarkan dari umur 3 hari sampai 3 bln, suami sya melakukan penipuan dalam sms melalui hp saya k.hp dy,yang saat itu sya tidak tau,saya harus bgimana biar anak saya tdk jth ktangan suami sya pak?

    BalasHapus
  19. Anda harus hadir dan mnghadapi setiap persidangannya dgn cara mberikan bukti2x bahwa apa yg dtuduhkannya tdk benar, dan pastikanlah anda mpunyai saksi minimal 2 org dimana para saksi anda itu tentu yg harus bs mbuktikan bahwa tuduhan pgugat tidak benar. Ttg hak asuh anak maka jika argumen2x anda kuat dan trbukti benar maka sy yakin hak asuh anak dpt anda menangkan.

    BalasHapus
  20. i ingin bercerai dgn suami i...(i non muslim) ada 2 anak, seorg umur 2tahun & seorg berumur 4tahun lebih. adakah i akan dapat hak mengasuhan utk 2 anak i? i hanya berkerja jual barang kat internet je. suami pemandu lorry.

    BalasHapus
  21. Sy sgt yakin bahwa si ibu akan dpt hak pengasuhan anaknya, dan si bapak tetap wajib menafkahi anaknya smpai dewasa.

    BalasHapus
  22. pak, saya adalah seorang anak berusia 16 tahun. sejak saya masih kecil kedua orang tua saya selalu bercerai. sebenarnya ibu saya ingin mengugat cerai ayah saya. toh setiap terjadi pertengkaran ibu saya selalu diusir dari rumah yang merupakan hasil bersama tapi selalu hanya diakui sendiri oleh ayah saya. namun yang membuat ibu saya bingung hingga tak jadi - jadi menggugat cerai karena kata orang - orang apabila sang istri yang mengajukan cerai maka istri tersebut tak akan mendapatkan harta gono gini. padahal ibu saya mempunyai 3 orang anak (16,7,5 tahun. dan ketiga anak tersebut tidak ada yang bersedia untuk ikut ayahnya karena ayah kami suka mukul atau melakukan kekerasan dalam rumah tangga. pertanyaan saya, sebenarnya bagaimana sih dengan pembagian harta gono gini tersebut? dan benarkah bila sang istri yang menggugat maka sang istri tersebut tak akan mendapatkan harta gono gini yang dihasilkan bersama?

    BalasHapus
  23. pak, saya adalah seorang anak berusia 16 tahun. sejak saya masih kecil kedua orang tua saya selalu bercerai. sebenarnya ibu saya ingin mengugat cerai ayah saya. toh setiap terjadi pertengkaran ibu saya selalu diusir dari rumah yang merupakan hasil bersama tapi selalu hanya diakui sendiri oleh ayah saya. namun yang membuat ibu saya bingung hingga tak jadi - jadi menggugat cerai karena kata orang - orang apabila sang istri yang mengajukan cerai maka istri tersebut tak akan mendapatkan harta gono gini. padahal ibu saya mempunyai 3 orang anak (16,7,5 tahun. dan ketiga anak tersebut tidak ada yang bersedia untuk ikut ayahnya karena ayah kami suka mukul atau melakukan kekerasan dalam rumah tangga. pertanyaan saya, sebenarnya bagaimana sih dengan pembagian harta gono gini tersebut? dan benarkah bila sang istri yang menggugat maka sang istri tersebut tak akan mendapatkan harta gono gini yang dihasilkan bersama?

    BalasHapus
  24. Gono-gini adlh harta yg diciptakan selama masa perkawinan, tidak peduli itu harta lebih banyak dikonstribusikan oleh siapa [suami/istri]. Jadi selama itu harta diciptakan selama masa perkawinan lalu terjadi perceraian maka harta trsebut dpt dibagi dua rata kpd suami-istri.
    Dan, jika yg ajukan gugatan cerai si istri maka ia tetap bisa dpt kan haknya utk harta gonogini trsebut.

    BalasHapus
  25. pak,,saya mau tanya. apa mantan istri berhak menuntut atau mendapatkan nafkah dari mantan suami selamanya? dikarenakan masih ada anak yang masih berusia 6 th dan dikarenakan faktor ekonomi dari mantan istri yang tidak mencukupi dan sudah lemah fisik

    BalasHapus
  26. Tidak, namun anda wajib menafkahi anak sampai mereka dewasa.

    BalasHapus
  27. Asslm...
    dlm suatu perceraian,apakah bisa hak asuh anak jatuh ke tangan suami,walaupun si istri juga menginginkan hak asuh anak tsb?misalkan lah alasannya suami tidak percaya kepada istrinya kalau si anak di asuhnya.kebetulan si anak masih balita.apakah hak asuh bisa jatuh ke tangan suami?mohon penjelasannya.terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. - anak dbawah umur 12 th biasanya sang ibu yg mndapatkan hak asuh anak, kecuali jk si ibu terbukti berzinah atau masuk penjara atau abnormal.

      Hapus
  28. Sya adlah seorang angg Polri dan menikah dgn istri pd thn 2000 dan di karuniai seorg ank lki2. Percekcokan dlm RT sdh sring trjadi malah sdh smpat bbrp x pisah rnjang hingga pd thn 2010 kami spakat brpisah scra baik2 yg di tuangkan dlm surat sepakat brpisah yg di tulis tangan oleh istri sya sndiri srta di tnda tngani di atas meterai 6rb. Anak kami yg skrg tlh brumur 12 thn 8 bln tlh memutuskn utk ikut sya utk mngasuhnya nmun sya tdk mmbtasinya utk brtmu dgn ibunya bila mau.
    next.....>>>

    BalasHapus
    Balasan
    1. >>> Dan skrg mnurut info dan pngakuan anak sya bhw istri sya tsb tlh tinggal serumah brsma seorg lelaki di rmh ortunya di kampungnya sndri. Prlu di ktahui bhw sepakat pisah kmi ini tlah di ketahui oleh atasan sya dan tlah mlihat surat tsb diatas nmun sya blm mngajukn srt mohon cerai mllalui instansi sya tsb krn mngingat prosesnya ckup lama krn hrs sampe k tingkat mabes polri dan prlu di tmbhkn jg bhw pd thn 2011 kami ber 2 sdh smpat brkoordinasi dgn pihak panitera pngadilan....
      Next...>>>

      Hapus
    2. >>> Namun tdk smpat di proses di krnakan adanya alasan / halangan dr pihak istri sya yg mnurut sya hanya di buat2 saja. sdgkn sya pribadi jg ingin mencri penggantinya utk kelangsungan kehidupan sya saat ini.
      Mhn petunjuk, bgm cara menyikapi mslh sya tsb diatas. Makasih sblmnya pak...

      (mhn maaf sya hnya mnggunakan hp saat ini)

      Hapus
  29. Bagi sy, smuanya sdh jelas, atasan anda sdh mngetahui problem anda, maka sbaiknya anda tetap patuhi jalur prosedur di instansi anda bekerja. Pada intinya jika nanti srt izin cerai sdh keluar maka anda br bs ajukan gugatan cerai di pengadilan brwenang, krn memanglah benar bhwa utk prceraian PNS diperlukan srt izin cerai dari atasan.

    BalasHapus
  30. apakah benar apabila suami dan istri sudah pisah 3 tahun, tidak memberikan nafkah fisik maupun bathin secara otomatis sudah bisa dinyatakan bercerai?

    BalasHapus
  31. Pastinya blm cerai secara negara. Ingat, negara kita adalah negara hukum jadi prceraian tetap wajib dilaksanakan di pengadilan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sya bru bernikah hjung bulan 2012 .. Sya c isteri (non muslim) ingan meengetahui bagaimana urusan penceraian .. Sijil kahwin kmi adalah nasional yg orang bilang sukar cerai .. Kenapa??? Sya ada masalah dngan suami akibat pertengkaran yg tak pernah sudah .. Setiap pertengkaran c suami selalu kata 'sya menyesal kahwin kau , perempuan berpenyakit dan tk pandai beranak ' sya da bosan dengar kata2 yg menyakitkn hati , dia membuat sya merasa rendah diri .. Sya minta dia lepaskn sya , agar dia bila mencari perempuan yg sempurna ..

      Hapus